<h3>Abstrak</h3> <p>Ketidakpatuhan terhadap peraturan merupakan tantangan yang terus-menerus dalam tata kelola keuangan pemerintah daerah di Indonesia dengan implikasi serius terhadap akuntabilitas fiskal publik. Studi ini meneliti pengaruh karakteristik pemerintah daerah — yang terdiri dari ukuran pemerintah, otonomi fiskal, kompleksitas organisasi, belanja modal, dan temuan sistem pengendalian internal (KTP) — terhadap temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan di seluruh pemerintah provinsi di Indonesia. Dataset panel seimbang yang mencakup seluruh 34 provinsi selama lima tahun (2019–2023) dianalisis menggunakan estimator Random Effects GLS, yang dipilih melalui serangkaian pengujian spesifikasi model panel sistematis termasuk uji Chow, uji Breusch-Pagan Lagrange Multiplier, dan uji Hausman. Semua asumsi klasik terpenuhi, memvalidasi kesesuaian metode estimasi yang digunakan. Hasil menunjukkan bahwa model tersebut signifikan secara bersamaan, sementara hanya otonomi fiskal yang memberikan pengaruh parsial positif dan signifikan secara statistik terhadap temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan. Temuan ini mengungkapkan paradoks fiskal yang dapat dijelaskan melalui teori keagenan: otonomi fiskal yang lebih tinggi melemahkan mekanisme pengawasan vertikal dan memperbesar kompleksitas tata kelola pendapatan lokal, sehingga meningkatkan risiko ketidakpatuhan. Studi ini memberikan kontribusi secara teoritis dengan memperkaya wacana teori keagenan dalam konteks desentralisasi fiskal di negara berkembang, dan secara praktis dengan menawarkan wawasan kebijakan bagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kementerian Dalam Negeri dalam merancang strategi pengawasan adaptif risiko yang responsif terhadap heterogenitas fiskal antarprovinsi.</p> <br> <h3>Abstract</h3> <p>Regulatory non-compliance represents a persistent challenge in Indonesian local government financial governance with serious implications for public fiscal accountability. This study examines the effects of local government characteristics — comprising government size, fiscal autonomy, organisational complexity, capital expenditure, and internal control system (ICS) findings — on regulatory non-compliance findings across Indonesian provincial governments. A balanced panel dataset encompassing all 34 provinces over five years (2019–2023) was analysed using the Random Effects GLS estimator, selected through a systematic sequence of panel model specification tests comprising the Chow test, the Breusch-Pagan Lagrange Multiplier test, and the Hausman test. All classical assumptions were satisfied, validating the appropriateness of the estimation method employed. Results indicate that the model is jointly significant, while only fiscal autonomy exerts a positive and statistically significant partial effect on regulatory non-compliance findings. This finding reveals a fiscal paradox explicable through agency theory: higher fiscal autonomy weakens vertical oversight mechanisms and amplifies the complexity of local revenue governance, thereby elevating non-compliance risk. The study contributes theoretically by enriching agency theory discourse in the context of fiscal decentralisation in developing economies, and practically by offering policy insights for the Supreme Audit Board (BPK) and the Ministry of Home Affairs in designing risk-adaptive oversight strategies that are responsive to inter-provincial fiscal heterogeneity.</p> <br> <p><strong>Keywords:</strong> Scope: Akuntansi, fiscal autonomy; regulatory non-compliance; panel data; agency theory; Indonesian local government</p>

Memuat Halaman 1...

DOI
10.5281/zenodo.21535685
VOL 1
EDISI 1
JUL
2026
Jumaiyah, Fitri Ella Fauziah. (24/7). Factors Affecting Regulatory Non-Compliance in Local Governments in Indonesia: A Balanced Panel Data Analysis 2019–2023. AJAF - Akuntansi, Audit & Perpajakan, 1(1). https://doi.org/10.5281/zenodo.21535685

Publisher: PT Bernas Sumut Jaya
Legal Entity: AHU-0034291.AH.01.01.2026
KBLI: 58110 (Penerbitan Buku/Jurnal) & 63121 (Penerbitan Portal Web Digital)
Status: Verified
Status Indeks Jurnal
Jurnal akademik ASIA resmi didirikan pada tahun 2026. Kami secara aktif mengejar pengindeksan dan registrasi dengan basis data akademik internasional terkemuka dan platform akses terbuka.
Semua jurnal ASIA telah resmi memulai proses pendaftaran basis data internasional. Hasil dan penahapan tunduk pada jadwal peninjauan masing-masing badan.

Publikasi APASIFIC telah aktif dan artikel baru terindeksasi melalui Google Scholar.

Pendaftaran DOI Crossref APASIFIC sedang diproses untuk identifikasi permanen publikasi.

Pengajuan ISSN APASIFIC telah dilakukan dan saat ini berada dalam antrian proses.

Repositori publikasi APASIFIC yang menyediakan penyimpanan terbuka dan DOI untuk rekam publikasi.

Publikasi APASIFIC telah terhubung melalui ekosistem Zenodo dan OpenAIRE untuk discovery ilmiah.

Identitas peneliti dan publikasi APASIFIC terintegrasi melalui persistensi researcher identifier ORCID.

Proses SINTA menunggu ISSN jurnal dan pemenuhan persyaratan akreditasi.

Pengajuan DOAJ dilakukan setelah ISSN tersedia dan seluruh persyaratan kelayakan terpenuhi.

Indeksasi panel Scopus merupakan target pengembangan setelah persyaratan editorial dan rekam publikasi terpenuhi.

Web of Science merupakan target pengembangan setelah persyaratan editorial dan rekam publikasi terpenuhi.